Contoh Profil Lomba Inovasi Teknologi

Contoh Profil Lomba Inovasi Teknologi

Lomba Inovasi Teknologi Kota Blitar Tahun 2018

Pemanfaatan Limbah Cair Tahu Menjadi Nata de Soya untuk Mengurangi Pencemaran di Lingkungan Kelurahan Pakunden Kota Blitar

 

  1. PENDAHULUAN
    • Latar Belakang
      1. Latar Belakang Munculnya Inovasi

Industri  tahu  merupakan  salah satu jenis home industry yang menjadikan biji     kedelai     sebagai     bahan     utama untuk menghasilkan produk utamanya berupa tahu. Selain produk utama yang diinginkan,   industri   tahu juga menghasilkan produk sampingan berupa limbah. Limbah yang dihasilkan diantaranya limbah cair,  limbah padat basah, limbah padat kering dan limbah gas. Limbah-limbah tersebut berpotensi untuk mencemari lingkungan jika tidak dikelola dengan  baik  atau  diminimalisir  dengan cara memanfaatkannya. Dampak yang diakibatkan   seperti munculnya bau yang menyengat, menimbulkan pencemaran sehingga mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar industri tahu serta masyarakat yang melalui lokasi industri tahu tersebut.

Pengolahan limbah padat, cair, dan gas masih belum optimum, bahkan sering langsung dibuang ke lingkungan oleh produsen tahu, sehingga menimbulkan permasalahan baru yang memerlukan pemikiran, tenaga, dan biaya yang banyak untuk    pengelolaannya.    Industri    tahu saat  ini  sudah  menjamur  di  Indonesia dan umumnya masih dilakukan dengan teknologi  yang  sederhana,  sehingga tingkat efisiensi penggunaan air dan bahan baku masih rendah dan tingkat produksi limbahnya juga relatif tinggi.

Besarnya  beban  pencemaran yang ditimbulkan menyebabkan gangguan yang  cukup  serius  terutama  untuk perairan di sekitar industri tahu sehingga mempengaruhi kualitas air tersebut. Teknologi pengolahan limbah tahu saat ini sangat diperlukan, baik pengolahan limbah secara fisika, kimia, biologi atau pengolahan limbah menjadi produk pangan, seperti pengolahan limbah cair tahu menjadi nata de soya. Pengolahan limbah cair tahu menjadi nata de soya diharapkan mampu  mengurangi pencemaran lingkungan atau permasalahan lingkungan.

Pengolahan limbah tahu baik padat, cair maupun gas, khususnya limbah cair belum mendapatkan pengolahan secara optimum oleh masyarakat sekitar pembuatan tahu tersebut umumnya dan khususnya produsen tahu. Padahal dalam limbah cair maupun padat tahu masih terdapat kandungan protein yang masih bisa dimanfaatkan menjadi bahan produk baru yang memiliki nilai ekonomi bagi produsen tahu seperti pakan   ternak,   pupuk   organik,   krupuk tahu, biogas, nata de soya dan lain-lain. Sehingga limbah tahu tersebut bisa menjadi penghasilan tambahan bagi produsen tahu. Dalam  proses  pembuatan  nata  de  soya dari limbah cair tahu diharapkan masih memiliki  kandungan  protein  dan  berat serta  ketebalan  nata,  sehingga  limbah cair tersebut dapat dijadikan produk baru yang bermanfaat untuk dikonsumsi oleh masyarakat.

Khususnya dalam pembuatan nata de soya, limbah cair tahu sangat berpotensi untuk menghasilkan produk baru yang merupakan hasil dari aktivitas mikroorganisme,   karena   dalam   limbah cair tahu masih memiliki kandungan protein, karbohidrat dan lemak. Alternatif dari pengolahan limbah cair tahu tersebut menjadi nata de soya diharapkan mampu mengurangi   dampak   yang   ditimbulkan dari aktivitas produksi tahu yang bersifat negatif (pencemaran). Pengolahan limbah cair tahu, dalam hal ini akan menggunakan bantuan dari aktivitas mikroorganisme berupa bakteri Acetobacter xylinum.

Berdasarkan latar belakang tersebut, kami melakukan kegiatan  mengenai “Pemanfaatan Limbah Cair Tahu Menjadi Nata de soya bagi ibu rumah tangga yang berada di lingkungan Kelurahan Pakunden Kota Blitar.

 

 

 

  1. Potensi Daerah

Kelurahan Pakunden Kota Blitar merupakan daerah sentra home industry tahu. Belum banyak pengolahan limbah yang dilakukan oleh industri tahu. Limbah yang dihasilkan berupa limbah padat dan cair. Limbah padat sudah banyak dimanfaatkan untuk pakan ternak. Sedangkan limbah cair masih belum ada pengolahan. Limbah cair yang dihasilkan langsung dialirkan ke sungai, sehingga menimbulkan pencemaran udara di sepanjang aliran sungai.

 

1.2. Tujuan dan Sasaran

  1. Tujuan

Tujuan kegiatan ini adalah untuk memanfaatkan limbah cair hasil samping home industry tahu di lingkungan Kelurahan Pakunden Kota Blitar untuk di tingkatkan nilai ekonomi menjadi produk nata de soya dan mengurangi pencemaran di daerah tersebut.

  1. Sasaran dari kegiatan yang telah dilakukan

Sasaran kegiatan ini adalah ibu-ibu rumah tangga yang ada di Kelurahan Pakunden Kota Blitar.

 


 

  1. KEBIJAKAN DAERAH DALAM MEMFASILITASI INOVASI TEKNOLOGI

 

Dalam upaya penanganan limbah industri khususnya limbah industri tahu diperlukan peran pemerintah dan masyarakat. Kami sebagai masyarakat berupaya melakukan kegiatan dalam rangka menanggulangi pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh industri tahu. Kegiatan ini juga mendapatkan dukungan dari pemerintah yaitu BAPPEDA dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Blitar untuk mengembangkan kegiatan ini, tidak hanya nata de soya tapi  juga cuka dan bahan industri kerajinan.

Selain untuk mengurangi limbah industri tahu tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat Kelurahan Pakunden Kota Blitar. Kegiatan ini dapat berjalan karena selama ini mendapat dukungan masyarakat sekitar yang terdampak limbah industri. Masyarakat sangat antusias dalam kegiatan ini karena bahan yang murah dan pasar yang didukung oleh Pemerintah Daerah Kota Blitar.

 


 

  • ASPEK INOVASI TEKNOLOGI

 

  1. Deskripsi inovasi teknologi

Whey merupakan limbah cair pada produksi  tahu dengan bahan baku kedelai.  Kandungan gizi terutama  kandungan  gula, dan protein terlarut  masih tinggi.  Apabila tidak ditangani  limbah  whey akan  mencemari lingkungan dan menimbulkan bau busuk. Bau busuk karena    penguraian    protein terlarut oleh bakteri proteolitik. Pemanfaatan whey sebagai  media pembuatan nata de soya atau nata yang terbuat dari  limbah cair tahu merupakan  cara memanfaatkan limbah atau hasil samping produksi tahu sekaligus menghasilkan produk yang memiliki nilai tambah yaitu produk nata de soya.

  1. Penjelasan teknis terhadap hasil inovasi teknologi beserta dokumentasinya;

Tahapan proses pembuatan nata de soya atau nata yang terbuat dari limbah cair produksi tahu adalah sebagai berikut:

  1. Limbah cair dari tahu (whey)
  2. Limbah cair dari tahu disaring,dimasukkan ke dalam panci alumunium atau stainless st
  3. Ditambahkan gula pasir 2,5%.
  4. Ditambahkan (NH4)2SO4. Bisa ditambahkan atau tidak, bila ditambahkan pembentukan nata akan lebih
  5. Ditambahkan cuka dapur/cuka masak (cuka kadar 25%) maksimal 2% (15-16 ml/liter).
  6. Dididihkan 10 meni
  7. Didinginkan hingga suhu dibawah 40oC/hangat suam-suam ku
  8. Ditambahkan bibit Acetobacter xylinum cair (umur 3-4 hari) sebanyak 10%, diaduk rata dengan pengaduk steril.
  9. Dituang kedalam nampan plastik bersih, steril, kedalaman substrat 2 cm.
  10. Ditutup kertas payung bersih agar tak terkena debu.
  11. Diinkubasi/diperam selama 8 hari, pada suhu kamar, tanpa digoncang.
  12. Setelah 8 hari lapisan nata terbentuk dengan ketebalan sekitar 1,25-1,5 cm siap dipan

Bibit nata de soya berupa mikroba atau bakteri Acetobacter xylinum yang teradaptasi pada media tersebut dapat dibuat sendiri. Bibit tersedia dalam dua bentuk yaitu bentuk cair dalam botol steril isi 500 ml, bisa langsung digunakan serta bibit padat    pada    agar miring tabung reaksi, perlu proses penyiapan/preparasi (kultur/bibit murni untuk industri).

 

Spesifikasi Teknis

  1. 1. Alat dan Bahan

 Kultur murni bakteri yaitu Acetobacter xylinum sedangkan bahan dasar yang digunakan adalah limbah cair industri tahu berupa whey.

  1. 2. Bahan kimia

Bahan-bahan kimia yang digunakan antara lain: CH3COOH/ asam asetat/ cuka dengan kadar 25% , gula pasir, dan (NH4)2SO4.

  1. 3. Alat

Alat-alat yang digunakan antara lain penangas, baskom berukuran 34 x 25 x 5 cm, corong, saringan, gelas ukur, inkubator, sendok, timbangan.

  1. Tahapan Pembuatan Nata
  2. a. Penyiapan whey tahu

     Limbah cair dari tahu merupakan limbah cair hasil samping dari industri tahu yang digunakan bahan dasar pembuatan nata de soya.  Limbah cair dari tahu diperoleh dari para produsen tahu di lingkungan Kota Pakunden Kota Blitar. Limbah cair dari tahu di pasteurisasi hingga kisaran suhu 70-80oC.

  1. Inokulasi (Pencampuran dengan Starter)

Limbah cair dari tahu ditambah 0,5 g (NH4)2SO4, diaduk hingga homogen. Tambahkan asam asetat atau asam cuka sekitar 20 ml. Dipanaskan hingga mendidih, kemudian didinginkan hingga temperatur ruang. Setelah dingin, diinokulasi dengan menambahkan starter (Acetobacter xylinum) 170 ml.

 

 

  1. Fermentasi (pemeraman)

Campuran tersebut dimasukkan ke dalam wadah fermentasi (baskom berukuran 34 x 25 x 5 cm ). Wadah ditutup dengan kain saring dan diletakkan ditempat yang bersih dan aman. Dilakukan pemeraman selama 8-14 hari hingga lapisan mencapai ketebalan kurang lebih 1,5 cm.

  1. Pemanenan

Setelah pemeraman selesai dengan terbentuk lapisan nata,lapisan nata diangkat secara hati-hati dengan menggunakan garpu atau penjepit yang bersih supaya cairan dibawah lapisan tidak tercemar. Cairan dibawah nata dapat digunakan sebagai cairan bibit pada pengolahan berikutnya. Buang selaput yang menempel pada bagian bawah nata, dicuci lalu dipotong dalam bentuk kubus dan dicuci. Dituang dan direndam potongan nata dalam ember plastik selama 2 - 3 hari dan setiap hari air rendaman diganti.

  1. Pembuatan Sirup Nata

Sirup nata dibuat dengan perbandingan untuk 3 kg produk nata potongan, diperlukan 2 kg gula dan 4,5 liter air. Gula dituangkan ke dalam air, dipanaskan sampai larut, lalu disaring. Selanjutnya nata dicampur dalam larutan sirup gula, bila diperlukan bisa ditambahkan essence kemudian biarkan satu malam agar terjadi penyerapan gula ke dalam potongan-potongan nata, kemudian didihkan selama 15 menit.

  1. Pengemasan

Nata dikemas dalam kantong plastik atau botol plastik dengan perbandingan antara padatan dan cairan 3:1, dan botol ditutup rapat. Kemudian direbus dalam air mendidih selama 30 menit. Diangkat dan didinginkan di udara dengan tutup terletak pada bagian bawah, selanjutnya botol diberi label dan siap untuk dipasarkan.

 

 

Proses Pembuatan Nata de soya dan Hasil Inovasi

 

 

 

                       
     
 
     
   

Limbah cair industri tahu

 
 
 
     
 
   

Limbah cair setelah dicampur bakteri

 
   
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

 

  1. Keuntungan/manfaat pengembangan inovasi di Kabupaten/Kota

Adapun keuntungan dan keunggulan dari produk nata de soya ini yakni kandungan gizi, kualitas dan kuantitas dari nata yang dihasilkan tidak kalah dengan nata yang beredar di pasaran (bukan berbahan dasar limbah cair industri tahu atau whey).

Protein   merupakan   makanan yang penting bagi tubuh yang tersusun oleh asam amino dan mengandung unsur-unsur utama seperti C, O, H, dan N. Jumlah kandungan C sebanyak 52.40%, O sebanyak 21-23.50%, H sebanyak 6.90-7.30%, N sebanyak 15.30-18%, selain itu juga protein, mengandung unsur  P,  Fe  dan  Cu.  Dengan  demikian maka salah satu cara terpenting dan cukup spesifik untuk menentukan jumlah protein secara kuantitatif adalah dengan penentuan kandungan N yang ada dalam bahan makanan atau bahan lain seperti nata de soya.

Perlu diketahui bahwa protein merupakan senyawa organik yang dibutuhkan oleh makhluk hidup. Pemanfaatan limbah cair tahu menjadi nata de soya dengan menggunakan bakteri Acetobacter xylinum mampu menghasilkan nata de soya dengan kandungan protein yang cukup. Di samping nata de soya yang diperoleh dari pemanfaatan limbah cair tahu, juga dapat mengurangi dampak lingkungan yang ditimbulkan, karena bahan-bahan   organik   yang   tersisa   di dalam limbah cair tahu seperti protein, karbohidrat, dan lemak sudah dimanfaatkan oleh mikroorganisme untuk memenuhi kebutuhan hidupnya seperti bakteri Acetobacter xylinum.

   Dari hasil kegiatan yang dilakukan membuktikan bahwa nata de soya yang dihasilkan dari limbah cair tahu memiliki kandungan protein yang cukup. Kandungan protein yang dimiliki nata de soya limbah cair tahu mulai dari 21,3 g sampai 26,8 g. Hal ini membuktikan bahwa limbah cair tahu memiliki peluang untuk diolah menjadi produk baru yang banyak  memiliki  kandungan  protein cukup,  bermanfaat,  baik  bagi  produsen tahu  maupun  masyarakat  sekitar  pabrik tahu    serta    lingkungan. 

 

 

 

Manfaat

Pemanfaatan limbah  cair  tahu  menjadi  nata  de  soya dengan   kandungan   proteinnya   mampu memenuhi  kebutuhan  angka  kecukupan gizi masyarakat berdasarkan berat badan, jenis kelamin, umur dan tinggi badan. Dalam    peraturan    Menteri    Kesehatan Republik  Indonesia  No.  75  tahun  2013 bahwa    angka    kecukupan    gizi    yang dianjurkan  bagi  Bangsa  Indonesia  yang selanjutnya  disingkat AKG  adalah  suatu kecukupan rata-rata gizi setiap hari bagi semua orang menurut golongan umur, jenis kelamin,  ukuran  tubuh,  aktivitas  tubuh untuk  mencapai  derajat  kesehatan  yang optimal.

   Dari jumlah kandungan protein yang dihasilkan dari pemanfaatan limbah cair tahu menjadi nata de soya dengan menggunakan limbah cair tahu dan bakteri Acetobacter xylinum, dapat dijadikan sebagai salah satu sumber bahan makanan yang berprotein, terutama dalam memenuhi kebutuhan protein harian. Seperti yang tertera pada peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 75 tahun 2013. Pemanfaatan limbah cair tahu selama ini kurang optimal karena dianggap sebagai produk sampingan yang tidak bermanfaat atau tidak bernilai ekonomi, oleh karena itu dibuang percuma ke lingkungan dan akhirnya     menimbulkan     permasalahan baru bagi lingkungan. Dalam hal ini dibutuhkan peran pemerintah dan para peneliti atau ilmuan untuk memberdayakan sumberdaya melimpah tersebut, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memanfaatkan limbah cair tahu menjadi produk yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat sehari-hari.

  1. Dampak terhadap peningkatan perekonomian;

Dengan adanya pemanfaatan limbah cair tahu menjadi produk makanan yaitu nata de soya ini diharapkan dapat meningkatkan taraf ekonomi masyarakat Kelurahan Pakunden Kota Blitar. Kegiatan ini dapat berjalan karena selama ini mendapat dukungan masyarakat sekitar yang terdampak limbah industri. Masyarakat sangat antusias dalam kegiatan ini karena bahan yang murah dan permintaan pasar yang cukup tinggi.

  1. Keberlanjutan inovasi

Nata de soya merupakan produk yang sangat ekonomis yaitu dengan memanfaatkan limbah industri tahu. Nata de soya bisa terus diproduksi asalkan pabrik tahu tetap berproduksi dan menghasilkan limbah.


 

  1. PENUTUP

 

Nata merupakan jenis komponen minuman yang terdiri dari senyawa selulosa (dietry fiber), yang dihasilkan dari air kelapa melalui proses fermentasi, yang melibatkan jasad renik berupa bakteri Acetobacter xylinum.

Tahapan pembuatan nata meliputi persiapan media starter, penyaringan dan pendidihan, inokulasi (pencampuran dengan starter), fermentasi (pemeraman), pemanenan, pembuatan sirup nata dan pengemasan.

Tekstur nata lembut dan protein serta seratnya tinggi, Serat dalam nata ini dilaporkan dapat menormalkan glukosa dalam darah, mencegah sembelit dan mencegah terjadinya kanker, kandungan kalori rendah untuk diet, memiliki gizi yang tinggi karena mengandung vitamin dan mineral.

 

Dipost Oleh Sekretariat

Operator Website

Post Terkait

Tinggalkan Komentar