Direncanakan, IPESATU Skala Kecamatan

Direncanakan, IPESATU Skala Kecamatan
Pemkot Blitar berencana untuk membangun; mengembangkan; dan mengelola instalasi pengolahan sampah tuntas (IPESATU) pada skala kecamatan. Hal ini sekaligus menjadi upaya untuk mengurangi volume pekerjaan dan volume sampah terkelola di kawasan IPESATU skala kota di Kelurahan Gedog. Demikian dituturkan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Daerah (DKPD) Kota Blitar, A. Abu Mansyur, SH, M.Si. Dia melanjutkan, pemikiran dan rencana ini sebenarnya telah direalisasikan dengan pendirian IPESATU Kecamatan Sukorejo di wilayah Kelurahan Blitar pada tahun 2009 kemarin. Dan, sejak operasional, keberadaan IPESATU di Kelurahan Blitar ternyata efektif untuk mengelola dan mengolah sampah dari wilayah Kecamatan Sukorejo, terutama bagi wilayah-wilayah kecamatan tersebut yang belum terjangkau pelayanan. Metode inilah yang nantinya juga akan dikembangkan dan diaplikasikan di kecamatan-kecamatan lainnya, ujarnya. Pada tahun 2010 ini, imbuh Kepala DKPD Kota Blitar, guna merealisasikan rencana tersebut, Pemkot Blitar tengah melakukan survei lapangan di wilayah Kecamatan Kepanjenkidul. Hal ini perlu dilakukan mengingat wilayah kecamatan ini terhitung padat dan lahan yang tersisa pun terhitung minim. Sementara untuk kawasan Kecamatan Sananwetan, hal ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan IPESATU tingkat kota. Upaya ini dipandang mampu untuk menjalankan prinsip efektivitas dan efisiensi mengingat dengan berdirinya IPESATU skala kecamatan di seluruh wilayah Kota Blitar, secara otomatis pula beban yang disandang IPESATU skala kota menjadi berkurang dan dialihkan untuk memperkuat fungsi pengolahan sampah Kecamatan Sananwetan, terangnya. Kepala DPKD Kota Blitar menambahkan, selain mengandalkan IPESATU, Pemkot Blitar juga melakukan strategi lainnya, seperti optimalisasi pemanfaatan sarana dan prasarana persampahan; meningkatkan cakupan pelayanan secara terencana dan berkeadilan; serta meningkatkan kapasitas sarana persampahan sesuai sasaran pelayanan. Di samping itu, melaksanakan rehabilitasi TPA yang mencemari lingkungan; meningkatkan kualitas pengelolaan TPA ke arah sanitary landfill; meningkatkan pengelolaan TPA regional; serta penelitian, pengembangan, dan aplikasi teknologi penanganan persampahan tepat guna dan berwawasan lingkungan, pungkasnya. (bnn)

Dipost Oleh Sekretariat

Operator Website

Post Terkait