Disiapkan, Pengelolaan Kawasan Sempadan Sungai

Disiapkan, Pengelolaan Kawasan Sempadan Sungai
Pemkot Blitar tengah menyiapkan pengelolaan kawasan sempadan sungai demi menjaga kualitas air dan kondisi fisik kawasan sungai di Kota Blitar. Pengelolaan kawasan sempadan sungai ini sendiri, sesuai dengan rencana pola ruang wilayah di dalam dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Blitar Tahun 2008-2028. Demikian disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Blitar, Drs. Ichwanto, M.AP. Dia melanjutkan pengelolaan kawasan sempadan sungai ini dilakukan seiring dengan semakin tingginya kebutuhan air bersih bagi masyarakat Kota Blitar; sedangkan stok yang ada semakin menurun kualitas dan kuantitasnya. Sehingga, langkah-langkah pengelolaan kawasan sempadan sungai ini menjadi penting untuk dilakukan. Tidak hanya demi memenuhi kebutuhan air bersih beserta kualitasnya, tetapi juga diarahkan untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup Kota Blitar, terutama yang berkaitan dengan pengelolaan sumberdaya air, terangnya. Kepala Bappeda Kota Blitar menambahkan, upaya pengelolaan kawasan sempadan sungai itu akan dilakukan melalui perlindungan sekitar sungai atau sebagai sempadan sungai dengan pelarangan pengadaan alih fungsi lindung yang menyebabkan kerusakan kualitas air sungai; dan bangunan sepanjang sempadan sungai yang tidak memiliki kaitan dengan pelestarian atau pengelolaan sungai dilarang untuk didirikan. Kebijakan lainnya adalah sungai yang melintasi kawasan permukiman ataupun kawasan pusat kota dan perkotaan dilakukan reorientasi pembangunan dengan menjadikan sungai sebagai bagian dari latar depan; dan sempadan sungai yang areanya masih luas dapat digunakan untuk pariwisata melalui penataan kawasan tepian sungai, ujarnya. Untuk kawasan sempadan yang kondisinya masih baik, imbuh Kepala Bappeda Kota Blitar, dalam artin tidak ada pengguna lahan terbangun maka dilakukan pelarangan akitivitas lahan terbangun sepanjang sungai tersebut; dan sempadan sungai sebaiknya difungsikan untuk kawasan penghijauan, selain berfungsi untuk melindungi juga dapat memberikan kontribusi bagi pelestarian lingkungan kota yang lebih asri. Terakhir, untuk kawasan sempadan yang telah digunakan sebagai lahan terbangun perlu dibatasi pengembangannya. Beberapa lokasi yang perlu untuk dibatasi perkembangannya adalah: di Kelurahan Gedog; Sentul; Kepanjenlor; Karangtengah; Karangsari; Rembang; Tlumpu; Ngadirejo; Bendo; Pakunden; dan Blitar, pungkasnya. (bnn)

Dipost Oleh Sekretariat

Operator Website

Post Terkait