Empat Prioritas Pembangunan Kota Blitar 2028

Empat Prioritas Pembangunan Kota Blitar 2028
Pemkot Blitar telah menetapkan empat prioritas pelaksanaan pembangunan Kota Blitar hingga tahun 2028 mendatang. Prioritas-prioritas tersebut juga mempertimbangkan dan termaktub di dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Blitar Tahun 2008-2028 yang tengah dalam proses penetapannya menjadi peraturan daerah (perda). Demikian disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Blitar, Drs. Ichwanto, M.AP. Dia melanjutkan, prioritas pertama pelaksanaan pembangunan itu adalah melanjutkan pelaksanaan pembangunan yang telah direncanakan sebelumnya dan menyelesaikan pembangunan yang sudah berjalan sampai pada tahap yang telah direncanakan sebelumnya. Prioritas kedua, perbaikan dan peningkatan kualitas tanah dan air melalui tindakan konservasi, terutama pada wilayah-wilayah yang merupakan rawan bencana guna kelangsungan hidup bersama serta pembatasan akan bangunan pada kawasan tersebut. Dan, menjadi bentuk komitmen terhadap capaian visi dan misi daerah di dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Kota Blitar 2010-2025, terangnya. Kemudian, imbuh Kepala Bappeda Kota Blitar, prioritas ketiga, pengembangan sistem pelayanan fasilitas,utilitas dan transportasi di wilayah perencanaan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kawasan guna mendukung kegiatan yang ada. Dari sini, diharapkan tidak ada overlapping antara satu kawasan dengan lainnya. Dan, prioritas keempat, Pengembangan komoditi unggulan antara lain melalui pengembangan wisata agro, wisata kota (ziarah), sentra perdagangan dan jasa, dan kawasan industri untuk mengukung ekonomi kota serta meningkatkan pendapatan masyarakat setempat dengan meningkatkan kualitas, kuantitas, dan nilai tambah dari suatu komoditi yang diunggulkan, jelasnya. Kepala Bappeda Kota Blitar menambahkan, pertimbangan penentuan keempat prioritas pelaksanaan pembangunan itu adalah adanya keterbatasan dana pembangunan yang tersedia pada setiap tahapan pembangunan lima tahun; adanya komponen kawasan yang mempunyai efek ganda cukup besar untuk mengarahkan perkembangan wilayah perencanaan sesuai dengan struktur yang direncanakan. Selanjutnya, jumlah batas ambang penduduk yang ada untuk mendukung keberadaan suatu komponen pengembangan, macam dan jenis fasilitas pelayanan lingkungan; serta adanya penahapan pembangunan di wilayah perencanaan yang telah ditetapkan dalam konsep pengembangan RTRW Kota Blitar, pungkasnya. (bnn)

Dipost Oleh Sekretariat

Operator Website

Post Terkait