Penilaian Tahap III Penghargaan Perencanaan Pembangunan Daerah PPD Provinsi Jawa Timur di Kampung Nirwana Boclent Kota Blitar

Penilaian Tahap III Penghargaan Perencanaan Pembangunan Daerah PPD Provinsi Jawa Timur di Kampung Nirwana Boclent Kota Blitar

Jum’at, 1 Maret 2019, Pemerintah Kota Blitar kedatangan tamu dari Provinsi Jawa Timur, yaitu Tim Penilai Tahap III penghargaan Perencanaan Pembangunan Daerah (PPD) tingkat Provinsi Jawa Timur. Tim terdiri dari 3 orang yang diketuai oleh Dr. Andi Fefta Wijaya yang juga dosen Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Malang. Tim tiba di Kota Blitar pukul 14.00 WIB dan diterima oleh Sekda Kota Blitar, Drs. Rudy Widjonarko, M.Si., di ruang kerja Plt. Walikota Blitar. Plt. Walikota Blitar, Drs. Santoso, M.Pd. yang sedianya menyambut tim secara langsung berhalangan hadir karena ada kegiatan lain yang tidak bisa ditinggalkan. Pada kesempatan itu  Sekda Kota Blitar didampingi oleh Kepala OPD terkait yaitu Kepala BAPPEDA Kota Blitar, Ir. Djatmiko Budi Santosa, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Drs. Tri Iman Prasetyono, M.Si., Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Ir. Erna Santi, M.T, Camat Sukorejo Juyanto, S.E, M.M, Camat Sananwetan, Heru Eko Pramono, S.STP. dan pejabat Eselon III di BAPPEDA Kota Blitar, yaitu Sekretaris Bappeda Kota Blitar, Farida Handayani, S.E, M.T, Kabid Ekonomi, Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah, Ir. Herlyn Krisnawati, MM dan pejabat Eselon IV di lingkungan BAPPEDA Kota Blitar. Setelah penggalian informasi oleh tim juri terhadap pejabat yang berkompeten di Kota Blitar, kegiatan dilanjutkan ke lokasi inovasi Kota Blitar yaitu kampung wisata kreatif Nirwana Boclent yang merupakan perwujudan inovasi Maya Juwita (Masyarakat Berdaya Menuju Kota Pariwisata). Selain itu tim juga mengunjungi Agrowisata Belimbing Karangsari dan sempat pula meninjau pemanfaatan Bus Sekolah Gratis dan Angkutan untuk Disabilitas di Kota Blitar.   

PPD merupakan lomba bidang perencanaan yang menjadi agenda tahunan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) untuk Kategori Provinsi, Kabupaten dan Kota. Untuk dapat maju ke tingkat nasional, Kab/Kota harus menjadi yang terbaik di provinsi masing-masing. Untuk itulah Provinsi Jawa Timur melakukan penilaian agar dapat mengirimkan 1 wakil Kota dan 1 wakil Kabupaten untuk bersaing secara sehat pada level nasional. PPD menilai dokumen Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) yang  dikaitkan juga dengan target dan capaian hasil pembangunan. Di samping  itu juga menilai inovasi yang dilakukan Pemerintah Daerah utamanya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

PPD memiliki 4 tahap, tahap I penilaian dokumen, tahap II presentasi, tahap III peninjauan lapangan dan tahap IV penilaian tingkat nasional bagi yang meraih peringkat terbaik di provinsi. Di Tingkat Provinsi Jawa Timur, ada 38 Kab/Kota yang dinilai oleh Tim Juri Umum dan Tim Juri Independen. Peserta yang lolos setelah mengikuti penilaian tahap III akan menjadi pemenang PPD Tingkat Provinsi. Ada 8 Kabupaten dan 3 Kota di Jawa Timur yang mengikuti penilaian Tahap III dan sedang menunggu pengumuman untuk bisa maju di Tingkat Nasional dan berebut piala PPD dengan wakil dari total 33 provinsi se-Indonesia. Adapun reward yang diperoleh Daerah penerima piala PPD adalah Dana Intensif Daerah (DID) dengan besaran kurang lebih 7 Milyar Rupiah. Delapan Kabupaten itu adalah Kab. Bangkalan, Sampang, Trenggalek, Ngawi, Ponorogo, Situbondo,  Bondowoso dan Lamongan. Sedangkan 3 Kota yaitu Kota Blitar, Kota Kediri dan Kota Malang.

Tahun 2018 Kota Blitar  berhasil menjadi wakil Jawa Timur dan masuk 16 besar nasional dan berharap keberhasilan itu dapat terulang kembali tahun 2019 ini sehingga  memiliki kesempatan mengikuti penilaian Tahap IV tingkat nasional. Adapun program inovasi yang diangkat Pemerintah Kota Blitar pada PPD 2019 adalah sebagai berikut :

  1. Inovasi Perencanaan, diantaranya e-musrenbang, e-hibah bansos.
  2. Inovasi terkait peningkatan efektivitas proses perencanaan top down, diantaranya Pendidikan gratis bagi siswa SD dan SLTP
  3. Bus Sekolah Gratis dan Angkutan Gratis untuk siswa Disabilitas
  4. Inovasi terkait peningkatan efektivitas proses perencanaan teknokratis, diantaranya e-planning SIPPD
  5. Inovasi terkait peningkatan efektivitas proses perencanaan politik, diantaranya Pokok Pikiran DPRD yang terintegrasi dengan e-planning
  6. Inovasi Pelayanan Publik, diantaranya Bagasigra (Abang Pengantar Izin Gratis)
  7. Inovasi Daya Saing Daerah, diantaranya penggunaan Fiber Optic yaitu koneksi kecepatan tinggi (antar OPD, CCTV, Traffic Lalin, Puskesmas, Sekolah dan fasilitas publik lainnya), VOIP dan video teleconference.
  8. Inovasi Program Pembangunan Daerah, diantaranya Maya Juwita yaitu Masyarakat Berdaya Menuju Kota Pariwisata dengan menampilkan Kampung Wisata Kreatif.

Masyarakat Berdaya Menuju Kota Pariwisata (Maya Juwita) menjadi program unggulan yang diikutkan penilaian PPD,  dimana tujuannya adalah memberdayakan potensi masyarakat, membangun destinasi wisata baru di Kota Blitar dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Maya Juwita dilakukan melalui tahapan sosialisasi, penggalian potensi, motivasi, pembentukan kampung wisata kreatif dan pengembangan kampung wisata kreatif.

Sampai saat ini sudah terbentuk beberapa kampung wisata kreatif yang bermula dari potensi yang dimiliki masing-masing kampung yang tersebar di 3 Kecamatan se-Kota Blitar, diantaranya Kampung Nirwana Boclent di Kelurahan Sukorejo, Kampung Cyber di Kelurahan Gedog, Kampung 3D Bongares di Kel. Kepanjenlor, Kampung Batik Kembang Turi di Kel. Turi, Kampung Bathok di Kel. Tanjungsari, Kampung Wisata dan Edukasi Opak Gambir di Kel. Plosokerep, Kampung Budaya Adipati Aryo Blitar di Kel. Blitar, Kampung Botol di Kel. Rembang, Kampung Kerajinan Kayu di Kel. Tanggung, dsb.

Adapun Kampung Wisata Kreatif yang menarik minat tim juri adalah Kampung Nirwana Boclent di Kel. Sukorejo. Nirwana Boclent sendiri singkatan dari Bocah Klenteng, yang menunjukkan lokasi kampung wisata berada di arah utara Klenteng. Kampung ini diminati untuk dikunjungi karena berawal dari pemukiman kumuh dan tempat pembuangan sampah yang diubah menjadi pemukiman yang bersih, asri dan nyaman walaupun padat penduduk, bahkan yang dulunya tempat pembuangan sampah saat ini berubah menjadi taman. Di lokasi Kampung Nirwana Boclent, tim juri menggali berbagai informasi seperti proses pembentukan kampung wisata dari awal hingga terbentuk seperti sekarang ini. (pa)

 

Dipost Oleh Sekretariat

Operator Website

Post Terkait

Tinggalkan Komentar