Prioritas Pembentukan Posyandu Remaja

Prioritas Pembentukan Posyandu Remaja
Efektivitas pelayanan pos pelayanan terpadu (posyandu) bayi di usia lima tahun (balita) serta berkembangnya posyandu manusia lanjut usia (lansia) di Kota Blitar sebagai pelayanan pertama dan deteksi dini tingkat kesehatan masyarakat, menggerakkan Pemkot Blitar untuk memfasilitasi berdirinya posyandu remaja. Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kota Blitar, dr. Ngesti Utomo. Dia melanjutkan, pendirian posyandu remaja ini dianggap penting mengingat banyaknya permasalahan kesehatan yang menjadikan remaja sebagai objek maupun subyeknya seiring dengan perkembangan zaman. Kompleksitas masalah kesehatan ternyata juga melanda kalangan remaja, dengan sejumlah permasalahan kesehatan yang melingkupinya. Pada sisi lain, perkembangan zaman juga menuntut perhatian atas permasalahan-permasalahan kesehatan yang melanda kalangan remaja, dan semua lapisan usia, ujarnya. Karena itulah, imbuh Kepala Dinkesda Kota Blitar, Pemkot Blitar tengah menggodok serta mengupayakan fasilitasi berdirinya posyandu remaja. Sebagai langkah awal, pada tahun 2010 ini diharapkan dapat dibentuk kelompok pelayanan kesehatan peduli remaja (PKPR) di seluruh wilayah kelurahan di Kota Blitar. PKPR sendiri sebenarnya adalah program yang memang ditujukan untuk memfasilitasi permasalahan kesehatan remaja, namun belum berbentuk wadah yang dikelola secara mandiri seperti posyandu. Dalam perkembangannya, tahun 2009 kemarin telah terbentuk masing-masing satu kelompok PKPR di masing-masing kecamatan, dan tahun ini akan dikembangkan hingga di tingkat kelurahan, terangnya. Kepala Dinkesda Kota Blitar menambahkan, setelah terbentuk hingga tingkat kelurahan, Pemkot Blitar berupaya untuk menjadikannya sebagai posyandu remaja di masing-masing kelurahan, yang di dalam pengembangannya diharapkan dapat terbentuk dan menjangkau hingga ke wilayah terkecil dari kelurahan tersebut. Kegiatan posyandu remaja nanti tidak ubahnya dengan kegiatan-kegiatan posyandu lainnya, seperti pemenuhan gizi; pembinaan dan pendidikan kesehatan. Tetapi, yang menjadi pembeda pembinaan dan pendidikan ini lebih diarahkan untuk menanggulangi permasalahan kesehatan yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi; narkoba; dan aspek kesehatan lainnya, pungkasnya. (bnn)

Dipost Oleh Sekretariat

Operator Website

Post Terkait